...

...

03 June 2013

Prosedur melakukan HV test (Hi-pot) untuk peralatan elektrikal

Mohon maaf dulu nih sama Mas Hage, maklum kesibukan di site dan not so much engineering works I can do. Well, makanya topik kali ini akan saya share sedikit tentang kegiatan di site salah satunya HV test.

Sebagai mana yang kita ketahui bahwa perlatan-peralatan elektrikal seperti Switchgear, Trafo, harus kembali menjalani beberapa test setibanya di site, salah satunya adalah HV-test atau biasa disebut Hipot test.

Berikut adalah step-step dan prosedure melakukan HV test berdasarkan technical practise dan pengalaman :

1. Persyaratan Umum
- HV test harus dilakukan oleh authorized personel
- Safety officer dan commissioning personel harus menyaksikan dan memverifikasi
- Semua personel yang terlibat harus mendapatkan ijin masuk site

2. Tujuan
- Tujuan HV test adalah untuk mengetahui jika terdapat kebocoran arus pada saat test tegangan tersebut.

3. Persiapan
- Peralatan uji HV harus ditempatkan di sisi Switchgear yang akan di test.
- Kabel MV harus dilepas dari Terminal MV dan busbar harus diisolasi dari Main CB,VTS, arrester Surge, kontrol Kabel.
- Semua terminal sekunder CT harus dilepas da diisolasi.
- Amankan daerah pengujian dengan tanda keselamatan (papan peringatan / klakson/ dsb).
- Pastikan wilayah pengujian bersih.
- Sediakan Power Supply untuk alat uji Hi-pot.

4. Langkah-langkah pengujian
- Siapkan gambar dan alat-alat.
- Keselamatan Koordinasi dengan personil yang terlibat tentang lingkup pekerjaan.
- Lepaskan semua peralatan yang dapat rusak dengan uji HV
- Amankan daerah benda uji untuk safety.
- Pastikan wilayah pengujian bersih.
- Lakukan test Tahanan Isolasi selama 1 menit per titik uji sebelum uji HV.
- Discharge tegangan sisa pada Obyek ke tanah menggunakan grounding stick.
- Lakukan DC / AC HV test dan peningkatan tegangan perlahan-lahan. Pantau Kebocoran pada interval sampai nilai uji nominal tercapai.
- Tegangan Nominal DC Hi-pot adalah 3 x Un (Phasa ke Netral), durasi 10 menit per titik uji. Mengacu pada IEC-60298, IEC-60694.
- Tegangan Nominal untuk AC tes Hi-pot adalah 80% dari nilai tegangan pada objek, durasi 10 menit per titik uji. Lihat IEC 62271-200: 2003.
- Catat nilai kebocoran arus setiap 1 menit.
- Setelah 10 menit, kurangi tegangan rendah perlahan sampai nol dan kemudian matikan tes HV.
- Discharge tegangan sisa pada Obyek ke Ground menggunakan grounding stick.
- Lakukan test Tahanan Isolasi untuk 1 menit per titik uji setelah pengujian HV.
- Discharge tegangan sisa pada Obyek ke tanah menggunakangrounding stick.
- Catat semuanya pada form yang telah disediakan..

Done, jangan lupa untuk merapikan semuanya kembali.


Berikut contoh peralatan HV test equipment :



HV test on site :



kata kunci: Hipot, HV test, panel, site test, switchgear,

Artikel Terkait Lainnya:



25 komentar:

This comment has been removed by a blog administrator.

Maknyus ilmunya manfaat banget...terima kasih

Terimakasihhhhhh.. smeoga bermanfaaatttt

Jarang sekali blog yang bahas topik kelistrikan. Kebetulan menemukan blog ini gan, sangat bagus buat seo. Lanjut terus gan.

This comment has been removed by a blog administrator.

penjelasan yang luar biasa,
terkait dengan Hi-Pot test,apakah ada batas minimum untuk pengetesan Hi-pot ini?
apakah Hi-pot untuk trafo 2,5 MVA 6 kV/400 V memiliki prosedur yang sama bila kita ingin tes trafo 500 VA 6 kV/220 V??

Mohon Bantuannya, Saya lagi mencari Tabel Pengujian Kabel tegangan menengah, ada yang bisa bantukah? Thank's

Artikel copas dr website Universitas Muhammadiyah Surakarta ya? Cantumin sumbernya dong...

Mas Slamet Sugi,

Ini tulisan asli saya ketik sendiri, namun gambar mengambil di google..

Dan saya tidak pernah membuka web Universitas yang anda maksud.. terimakasih..

Mas Selamet Sugi,

Mohon dilihat lagi tanggal posting nya ya...
Saya haqqul yakin artikel saya ini yang di COPAS oleh mereka...

Salam,

Terus berkarya cerdaskan anak Bangsa

Mas Andika,
prosedur nya tetep sama...

Pak Walter,

Tegangan MV berapa yang dimaksud, diatas sudah ada penjelasan untuk pengujian nya menggunakan tegangan DC atau AC.

Terima kasih pak gusti,
sudah sempat saya praktekkan,
tapi ada yg bd dikit pak,
"Tegangan Nominal DC Hi-pot adalah 3 x Un (Phasa ke Netral), durasi 10 menit per titik uji. Mengacu pada IEC-60298, IEC-60694".
1.Kalau saya di inject tegangan 3xTegangan phase to phase nya.
2. Berapa mA arus bocornya untuk bs menentukan bagus atau tidaknya?

Mas Andika,

Jika Hipot menggunakan DC power, maka standard menyebutkan 3xUn(phase to neutral) sudah cukup.. adalah bisa jadi membahayakan jika anda mengetes satu phasa nya menggunakan DC source sebesar 3xUp(phase to phase) nya.
Ini berpotensi merusak insulation pada objek yang akan di tes, mengingat Hipot adalah destructive test.

Besaran mA mungkin bisa di check di standard nya, namun the rule of thumb nya adalah, melakukan Insulation Test kembali setelah Hipot.. tq

Oke pak,
Terima kasih atas penjelasan nya,ini sangat membantu praktek dilapangan nya,

This comment has been removed by a blog administrator.

Hipot manual model lama memang bisa merusak, intinya di IR test dulu terus di hipot terus di IR lagi, jika nilai IR kedua lebih jelek dari pertama, maka terjadi kerusakan isolasi. Untuk high quality installation perlu diperbaiki jika parah, untuk sekedar lulus standar maka biarkan saja yang penting pass.

Hipot modern kerjanya lebih cepat tidak perlu 3x tes menggunakan sensor flash over sehingga bocor terdeteksi tanpa merusaknya, jadi bisa langsung di tambal.

Cara mencari letak kebocoran bisa dengan spark generator di batasi arus dan panjangnya. kalau jarak dekat langsung ada suaranya klo tempat terbuka pakai detektor arus atau elektromagnetik.

This comment has been removed by the author.

Nice sharing mas gusti,
Saya juga lagi coba sharing sedikit pengetahuan saya tentang trafo instrumentasi.
bisa kunjungi blog saya di trafoinstrumen.wordpress.com.
semoga bisa bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan saya.

terima kasih.

pak gusti,

saya hipot test panel 20kv dengan tegangan 50kv AC / 1 menit. bukankah itu standard LMK PLN ya?terus menentukan standar maksimum arus bocornya dari mana ya?

Terima kasih

rumus nya seperti apa ya untuk hipot

This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan anda di blog Dunia Listrik, Semoga bermanfaat.

Untuk diskusi dan opini, silahkan kunjungi "Forum Dunia Listrik"

Dapatkan informasi melalui email, setiap artikel baru diterbitkan dengan mendaftarkan alamat email anda di fitur "Registrasi E-mail".

Sebarkan Blog ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites