24 January 2009

Sistem 3 Fasa

Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, disalurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang, P pembangkitan = P pemakain, dan juga pada tegangan yang seimbang. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fase yang mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fase dengan yang lainnya mempunyai beda fase sebesar 120°listrik, sedangkan secara fisik mempunyai perbedaan sebesar 60°, dan dapat dihubungkan secara bintang (Y, wye) atau segitiga (delta, Δ, D).


Gambar 1. sistem 3 fase.

Gambar 1 menunjukkan fasor diagram dari tegangan fase. Bila fasor-fasor tegangan tersebut berputar dengan kecepatan sudut dan dengan arah berlawanan jarum jam (arah positif), maka nilai maksimum positif dari fase terjadi berturut-turut untuk fase V1, V2 dan V3. sistem 3 fase ini dikenal sebagai sistem yang mempunyai urutan fasa a – b – c . sistem tegangan 3 fase dibangkitkan oleh generator sinkron 3 fase.

Hubungan Bintang (Y, wye)

Pada hubungan bintang (Y, wye), ujung-ujung tiap fase dihubungkan menjadi satu dan menjadi titik netral atau titik bintang. Tegangan antara dua terminal dari tiga terminal a – b – c mempunyai besar magnitude dan beda fasa yang berbeda dengan tegangan tiap terminal terhadapa titik netral. Tegangan Va, Vb dan Vc disebut tegangan “fase” atau Vf.



Gambar 2. Hubungan Bintang (Y, wye).

Dengan adanya saluran / titik netral maka besaran tegangan fase dihitung terhadap saluran / titik netralnya, juga membentuk sistem tegangan 3 fase yang seimbang dengan magnitudenya (akar 3 dikali magnitude dari tegangan fase).
Vline = akar 3 Vfase = 1,73Vfase

Sedangkan untuk arus yang mengalir pada semua fase mempunyai nilai yang sama,
ILine = Ifase
Ia = Ib = Ic

Hubungan Segitiga

Pada hubungan segitiga (delta, Δ, D) ketiga fase saling dihubungkan sehingga membentuk hubungan segitiga 3 fase.


Gambar 3. Hubungan Segitiga (delta, Δ, D).

Dengan tidak adanya titik netral, maka besarnya tegangan saluran dihitung antar fase, karena tegangan saluran dan tegangan fasa mempunyai besar magnitude yang sama, maka:
Vline = Vfase

Tetapi arus saluran dan arus fasa tidak sama dan hubungan antara kedua arus tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan hukum kirchoff, sehingga:
Iline = akar 3 Ifase = 1,73Ifase

Daya pada Sistem 3 Fase

1. Daya sistem 3 fase Pada Beban yang Seimbang

Jumlah daya yang diberikan oleh suatu generator 3 fase atau daya yang diserap oleh beban 3 fase, diperoleh dengan menjumlahkan daya dari tiap-tiap fase. Pada sistem yang seimbang, daya total tersebut sama dengan tiga kali daya fase, karena daya pada tiap-tiap fasenya sama.


Gambar 4. Hubungan Bintang dan Segitiga yang seimbang.

Jika sudut antara arus dan tegangan adalah sebesar θ, maka besarnya daya perfasa adalah

Pfase = Vfase.Ifase.cos θ

sedangkan besarnya total daya adalah penjumlahan dari besarnya daya tiap fase, dan dapat dituliskan dengan,

PT = 3.Vf.If.cos θ

• Pada hubungan bintang, karena besarnya tegangan saluran adalah 1,73Vfase maka tegangan perfasanya menjadi Vline/1,73, dengan nilai arus saluran sama dengan arus fase, IL = If, maka daya total (PTotal) pada rangkaian hubung bintang (Y) adalah:

PT = 3.VL/1,73.IL.cos θ = 1,73.VL.IL.cos θ

• Dan pada hubung segitiga, dengan besaran tegangan line yang sama dengan tegangan fasanya, VL = Vfasa, dan besaran arusnya Iline = 1,73Ifase, sehingga arus perfasanya menjadi IL/1,73, maka daya total (Ptotal) pada rangkaian segitiga adalah:
PT = 3.IL/1,73.VL.cos θ = 1,73.VL.IL.cos θ

Dari persamaan total daya pada kedua jenis hubungan terlihat bahwa besarnya daya pada kedua jenis hubungan adalah sama, yang membedakan hanya pada tegangan kerja dan arus yang mengalirinya saja, dan berlaku pada kondisi beban yang seimbang.

2. Daya sistem 3 fase pada beban yang tidak seimbang

Sifat terpenting dari pembebanan yang seimbang adalah jumlah phasor dari ketiga tegangan adalah sama dengan nol, begitupula dengan jumlah phasor dari arus pada ketiga fase juga sama dengan nol. Jika impedansi beban dari ketiga fase tidak sama, maka jumlah phasor dan arus netralnya (In) tidak sama dengan nol dan beban dikatakan tidak seimbang. Ketidakseimbangan beban ini dapat saja terjadi karena hubung singkat atau hubung terbuka pada beban.

Dalam sistem 3 fase ada 2 jenis ketidakseimbangan, yaitu:
1. Ketidakseimbangan pada beban.
2. ketidakseimbangan pada sumber listrik (sumber daya).

Kombinasi dari kedua ketidakseimbangan sangatlah rumit untuk mencari pemecahan permasalahannya, oleh karena itu kami hanya akan membahas mengenai ketidakseimbangan beban dengan sumber listrik yang seimbang.



Gambar 5. Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase.

Pada saat terjadi gangguan, saluran netral pada hubungan bintang akan teraliri arus listrik. Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase dapat diketahui dengan indikasi naiknya arus pada salahsatu fase dengan tidak wajar, arus pada tiap fase mempunyai perbedaan yang cukup signifikan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan.

Untuk contoh kasusnya silahkan lihat electrical science handbook volume 3.

Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait Lainnya:



17 komentar:

Bila arus tiap phase berbeda jauh
Apakah konsumen akan rugi?
Apa saja kerugian bila arus/tegangan phase R S T berbeda jauh?

Apakah di panel busbar netral dan ground boleh digabung untuk mendapatkan tegangan netral-ground benar-benar nol?
bila digabung pengaruhnya apa?

gimana rumusan jumlah lilitan dan diameter kawat motor kapasitor 1 phasa?barangkali bisa bantu,,,

Har! -> tentu saja ekan merugikan konsumen, karena peralatan2 listriknya akan bekerja dengan tidak sempurna dan jika beroperasi dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan kerusakan.

Bila terjadi beban tidak seimbang apa yang terjadi dengan beda potensial antara G - N ?
dan apa yang dapat diakibatkan bila G - N > 3Volt?

ketika beban tidak seimbang maka pada sistem 3 fasa maka kawat netral akan mengalir alrus,pada sitem seimbang kawat netral 0 A bagimana menghilangkan kawat netrala tersebut?

masih bingung tentang diagram segaris--> diagram impedansi

punya artikel/e book terkait ttg hal itu gag?
trims

site ini ok bgt. Akan saya rekomendasikan siswa saya di SMK Muhammadiyah 1 Cileungsi-Bogor. untuk setia membaca site ini.
salam

iman -> mohon maaf saya kurang paham dengan pertanyaannya?

sule & ZTROOM-brc -> terima kasih sudah berkunjung dan rekomendasinya, semoga bisa memberi pencerahan untuk siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Cileungsi-Bogor

javagamesfever -> artikelnya sedang dicari, tunggu terbitnya aja ya..?

3 fasa R S T N PE, R~S, S~T, T~R =380Volt. Sedangkan R~N, S~N, T~N =220Volt. Yang saya tau 220 didapat dari 380 dibagi akar tiga. Yang jadi pertanyaan saya 380Volt didapat dari mana? Mohon bantuannya.
rizal

Thanks tuk rubrik ini,


salam

salam kenal,saya kurang faham tentang name plate motor listrik tertera delta 400 v /bintang 620 v - 14 A / 7 A ,jika motor listrik nyala dengan rangkaian delta 400 v 14 A bisahkah rangkain tersebut berubah menjadi rangkain bintang ataukah rangkainnya tetap rangkaian delta diwaktu motor listrik nyala dalam keadaaan normal mohon penjelasanya dalam memahami name plate motor listrik tersebut jika kita melakukan tes motor

Salam kenal bt semua,,mdh2n bisa saling membantu,,

kalau arus fasa u v w nya berbeda jauh apakah penyebab dan akibatnya pak?

Salam nostalgia Om Hage,
Om bisa dijelaskan lebih detail perbedaan proteksi antara unbalance dengan overcurrent ground.
Dalam listrik 3 fasa dalam keadaan seimbang maka tidak akan muncul arus di netralnya. Nah ketika terjadi ketidakseimbangan maka disitulah terdapat unbalance serta muncul arus di netral, bagaimana relay bisa membedakan kejadian gangguan apakah ground fault atau unbalance

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan anda di blog Dunia Listrik, Semoga bermanfaat.

Untuk diskusi dan opini, silahkan kunjungi "Forum Dunia Listrik"

Dapatkan informasi melalui email, setiap artikel baru diterbitkan dengan mendaftarkan alamat email anda di fitur "Registrasi E-mail".

Gunakan Mesin Pencari Google ini, untuk menemukan artikel anda !!!

Sebarkan Blog ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites