13 December 2008

Battery ( Batere )

Batere adalah suatu alat penyimpan energi listrik yang dapat diisi (charge) setelah energi yang digunakan. Kapasitas atau kemampuan menyimpaan energi ditentukan oleh semua komponen didalam batere seperti jenis material yang digunakan dan jenis elektrolitenya sehingga dikenal batere asam dan batere alkali.

Alat untuk mengisi energi listrik kedalam betere dinamakan rectifier (charging) yang berfungsi mengubah arus bolak-balik menjadi searah dan tegangan outputnya sesuai dengan tegangan batere. Kapasitas rectifier ini ditentukan oleh kapasitas batere, sehingga besarnya arus dan tegangan pengisian serta waktu sangat menentukan kondisi batere. Jika tegangan baik dan sesuai (lebih tinggi dari pada tegangan batere) sehingga arus pengisian dapat mengalir mengisi batere tersebut.

Untuk mengetahui apakah batere sudah terisi penuh dan dapat menyimpannya dengan baik maka perlu dilakukan pengukuran kondisi batere dengan cara menguji secara simulasi beban yang dapat diatur sehingga arusnyapun dapat diatur pada arus yang tetap maka tegangan batere akan turun dari nominalnya. Waktu penurunan tegangan dibandingkan dengan karakteristik batere tersebut maka dapat diketahui kondisi batere tersebut, apakah mempunyai kapasitas yang baik atau buruk < 40 %.

Proses Pengisian Batere

Ketika arus melalui eletrolite KOH sehingga molekul memisahkan diri menjadi ion K+ dan (OH-). Ion (OH-) bergerak ke plate +ve dan ion K+ menuju plate –ve.
Jadi plate +ve mengubah ion 2Ni(OH)3, begitu juga plate –ve akan merubah Fe. Sebebnarnya disini tidak terjadi perubahan komposisi dari elelktrolite dan spesifik gravity tetap konstan selama proses pengisian dan pengosongan (charging dan discharging).

Proses Pengosongan Batere

Terjadi proses kebalikan terhadap proses pengisian dimana,
plate +ve adalah 2Ni(OH)3 + K → 2Ni(OH)+2KOH
plate –ve adalah Fe + 2KOH → Fe(OH)2

Disini terjadi proses perubahan menjadi seperti keadaan semula. Selama pengosongan diperoleh keuntungan kondisi yang tetap dimana merupakan keuntungan yang besar dibandingkan dengan batere asam.

Efisiensi ampere jam (AH effisiensi)

Efisiensi ini tidak dipengaruhi perubahan tegangan selama pengisian maupun pengosongan.dan besarnya efisiensi pada batere asam antara 90 -95 % sedangkan batere alkali rata-rata 80 %.

Standarisasi

Besarnya arus pengisian adalah :
- Batere Alkali : 0,2 X C ( 0,2 X kapasitas batere ).
- Batere Asam : 0,1 X C ( 0,1 X kapasitas batere )
- Pada operasi floating arus yang mengalir ke batere relatif kecil .

Penjelasan dari standar 0.2 C dan 0.1 C adalah , bahwa batere akan diberlakukan pengujian pengisian maupun pengosongan dengan rumus arus 0.2 atau 0.1 dari kapasitas batere. Sebenarnya banyak standard yang dapat digunakan, hal ini tergantung pada jenis batere dan karakteristiknya serta spesifikasi dari pabrik.

Kapasitas batere dengan satuan AH (ampere hours) ditentukan oleh perencanaan yang direalisasikan pada material yang digunakan dan juga ukuran dari elektrode dan media diantaranya serta jenis eletrolyte.

PENGUJIAN KAPASITAS BATERE.

Kapasitas suatu batere adalah menyatakan besarnya arus listrik ( Ampere ) batere yang dapat disuplai / dialirkan ke suatu rangkaian luar atau beban dalam jangka waktu ( jam ) tertentu, untuk memberikan tegangan tertentu Kapasitas batere ( Ah ) dinyatakan sebagai berikut :

C = I x t

Dimana :
C = Kapasitas batere ( Ah )
I = Besar arus yang mengalir ( A )
T = Waktu ( jam ).

Pada batere alkali nickel-cadmium ( NiCd ) umumnya kapasitas batere dinyatakan dalam C5 dan untuk batere Asam C10.
C5 dan C10 menyatakan besarnya kapasitas batere dalam Ah yang tersedia selama 5 jam untuk C5 , dan 10 jam untuk C10.

Pengujian kapasitas batere dilakukan pada :
- Saat komisioning batere (Initial Charge)
- 5 tahun setelah operasi.
- Kemudian dilakukan setiap 2 tahun
- Pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui kapasitas batere yang sesungguhnya.

Artikel Terkait Lainnya:



8 komentar:

Bisa bantu saya, saya berencana merakit/membuat energi listrik yang bisa disimpan saat listrik PLN nyala dan bisa digunakan kembali saat listrik PLN padam dengan menggunakan battery.
Komponen apa saja yang harus ada dan spesifikasi yang sesuai dengan kapasitas terpakai 900 Watt bisa bertahan selama 4 jam.

Terimakasih.
Basry
terusbelajar.terus@gmail.com

belajar -> waaa..tingkat antisipai terhadap pemadaman listrik tinggi jg nih...
komponen utamanya, antara lain:
- baterai
- inverter, utk merubah listrik DC dr batere menjadi listrik AC.
- kontaktor, sebagai otomatis switch, saat PLN mati, back up power suplai lagnsung masuk.

Sepertinya utk rangkaian yg dimaksud, harganya tidak murah terutama utk perangkat2 diatas..(contoh inverter saja utk merek enerygate 1000watt saja sdh Rp 2.500.000,-)

mungkin bisa beli UPS saja, yg kapasitas 900watt, harga mulai 600rb (harga sebanding dgn kualitas loh)...

hmmm...kenapa tidak dibuat klasifikasi perlatan listrik yg harus tetap bisa dinyalakan saat PLN padam, jadi total beban bisa diminimalkan dan dibuat rangkaian yg lebih mudah dan minimalis.

ga ngerti gue.?
knp baterai alkali lbih lama masa pakainya drpd baterai biasa.????????????

Numpang jawab:
@Anonymous: barangkali karena kapasitas penyimpanan Alkalin lebih besar.
@Hage: Ada tambahan saran, betul kita pake UPS 600/1200 W. Namun baterai kering di dalamnya diganti dengan Accu mobil 12V yang kapasitasnya sampai 50AH. DIjamin tahan lama tidak hanya 40 jam. Jangan kebalik polaritasnya.
Namun untuk beban beban bersifat induktif (misal kipas angin, motor listrik), sebaiknya diperbaiki faktor dayanya agar mendekati 1 sehingga lebih optimal.
Mohon petunjuk para pakar yang lain...

luky's -> terima kasih atas masukannya.

Masalah Baterai UPS
Mohon info cara menguji baterai UPS masih bisa dipakai atau sudah rusak.
dan apakah baterai UPS masih bisa di repair...

salam
KANDAR

Dear Kandar,
Lakukan pengujian discharge test dan ikuti saran pabrik batasan tegangan akhir biasanya 80>Vdc>75% batere rating.
Batere yang rusak nggak perlu direpair dan ganti dengan baru dan ikuti saran pabrik mengenai prosedur penggantian.
Mudah-mudahan dapat membantu. Jika memerlukan jawaban yang lengkap dapat menghubungi saya.
Salam,
RSM

Dear Anonymous,
Hal itu mungkin saja dilakukan sebagai contoh UPS 5 kVA menggunakan ACCU mobil 24Volt, sayangnya kalau lagi idle cuma tahan kurang dari dua jam, banyak tekornya. Ini ada hubungan dengan rating altenator bis tersebut.
Pada UPS yang di industri tidak pernah menggunakan accu mobil karena sifatnya yang berbeda yang dimaksudkan operasi lama. Ciri yang jelas adalah accu mobil memerlukan charging yang cepat dan Discharge yang cepat pula. Sedangkan battery UPS kebalikannya.
Mudah-mudahan dapat membantu.
Salam,
RSM

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan anda di blog Dunia Listrik, Semoga bermanfaat.

Untuk diskusi dan opini, silahkan kunjungi "Forum Dunia Listrik"

Dapatkan informasi melalui email, setiap artikel baru diterbitkan dengan mendaftarkan alamat email anda di fitur "Registrasi E-mail".

Gunakan Mesin Pencari Google ini, untuk menemukan artikel anda !!!

Sebarkan Blog ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites